Istana Cipanas Sajikan Kopi Sarongge

Istana ini tak seberapa jauh dari kebun-kebun kopi petani Sarongge. Tiap kali petani pergi ke pasar Cipanas, tentu melewati depan istana yang dikelilingi kebun rindang. Maka, kegembiraan buat petani Sarongge, ketika tahu kopinya tersaji di Istana Cipanas.

“Sangat bangga karena Kopi Sarongge disajikan di istana,” kata Mamun, seorang petani kopi yang sering mengantar pesanan ke istana tersebut.

Adalah Sinta Puspitasari, Kepala Istana Cipanas, yang berinisiatif menyajikan kopi lokal ini kepada tamu-tamu Istana. Menurut dia, kopinya enak, dan ia senang dapat mempromosikan produk lokal. Beberapa varian yang jadi favoritnya a.l : Sarongge 1535 dan Sarongge Lanang (peaberry). Ia sering memesan kopi menyesuaikan dengan jadwal roasting di Sarongge.  “Supaya dapat roasted bean yang fresh,” katanya.  Untunglah jadwal sangrai itu makin sering – Senin, Rabu, Sabtu -, sehingga untuk Istana Cipanas selalu dapat pasokan kopi segar. Kopi yang baru disangrai.

Kopi Sarongge ditanam petani di kaki Gede, sekira 10 km dari Istana Cipanas.  Kopi dibudi-dayakan sebagai bagian dari ikhtiar merawat hutan dan menambah penghasilan petani. Tahun 2003, di masa Presiden Megawati Soekarnoputri, sebagian area Perhutani di kaki Gede   diubah statusnya masuk ke dalam taman nasional. Petani yang berkebun sayur di sana, sebagian petani Sarongge, turun gunung dan mengubah kebun sayurnya jadi hutan. Petani itulah yang sekarang menanam kopi, dan hasilnya dapat dinikmati  bersama.  Kopi dengan cita rasa dari hutan yang terjaga.

Istana Cipanas menempati areal 26 ha. Tapi hanya 7.760 m2 yang dipakai untuk bangungan. Selebihnya ditata menjadi kebun dan hutan kecil.  Pohon-pohon endemik Jawa Barat dapat ditemukan di sini. Istana ini lebih sering dipakai tempat istirahat presiden. Tetapi sesekali juga digunakan untuk rapat. Salah satu momen bersejarah adalah 13 Desember 1965, ketika Presiden Soekarno memimpin rapat kabinet, yang memutuskan pemotongan uang dari Rp 1.000 menjadi Rp 1,-

Petani Sarongge pun pernah diundang rapat di Istana Cipanas. Yakni ketika persiapan kunjungan Presiden SBY ke Sarongge 8 Januari 2013. Rapatnya di Aula Istana, beberapa pekan sebelum kunjungan presiden. Berbagai pihak berkoordinasi untuk lancarnya kunjungan kerja presiden yang waktu itu turut menanam pohon di bukit-bukit Sarongge. Tiga bukit seluas 38 ha itu, sekarang telah kembali jadi hutan. Pohon adopsi SBY, rasamala, telah tiga meter lebih tingginya.

Mudah-mudahan Kopi Sarongge dapat terus dinikmati tamu di Istana Cipanas. Baik ketika istirahat, maupun pada rapat-rapat penting yang mungkin digelar suatu waktu.

***