Cara Seduh V60, Teknik Manual Brew Kopi yang Mesti Anda Bisa

Karena tak punya mesin pembuat kopi (coffee maker) bertenaga listrik, saya hanya punya empat pilihan cara seduh kopi secara manual jika sedang berada di rumah. Para pecinta kopi, baik sekadar penikmat maupun barista, acap menyebutnya dalam Bahasa Inggris: manual brew.

Keempat cara manual brew yang biasa saya lakukan adalah metode tubruk, French press, Vietnam drip dan teknik pour over melalui sebuah alat menyerupai kukusan bambu (cone) berukuran kecil yang dipasangi filter kertas untuk menyaring gilingan kopi disebut cara seduh V60 dripper.

Di antara keempat cara seduh kopi manual itu, yang paling sering saya gunakan adalah dengan menggunakan V60 dripper dari Hario. Alat yang berbentuk seperti cangkir yang mengerucut ke bawah ini berbahan dasar macam-macam. Ada yang terbuat dari keramik, kaca (gelas), plastik, dan ada juga yang berbahan dasar logam. Desainnya unik, bagian dalamnya seperti jalan pegunungan yang melingkar, berkelok dari bawah ke atas.

Cara seduh atau brewing method V60 Dripper

Cara Seduh V60 Relatif Baru

Cara seduh kopi dengan menggunakan V60 dripper ini sebenarnya relatif baru dalam dunia perkopian. Pabrik Hario, yang berdiri pada 1921 di Tokyo, awalnya hanya membuat dan menjual produk-produk berbahan gelas yang masih mengandung bahan-bahan kimia.

Setelah melalui riset panjang, 30 tahun kemudian mereka baru memproduksi Hario Glass, yang 100 persen terbuat dari mineral alami tahan panas dan ramah lingkungan. Pada 1949 – 4 tahun sesudah tentara Sekutu menjatuhkan bom ke Hiroshima dan Nagasaki, Hario meluncurkan coffee syphon dengan filter gelas, yang kemudian pada 1957 menjadi filter kain.

Lantas kapan V60 dripper dibuat? Hario baru meluncurkannya 13 tahun lalu, tepatnya pada 2005. Jadi memang benar-benar relatif baru. Dinamakan V60 karena desain alat ini memiliki vector 60, membentuk sudut 60 derajat. Ini adalah temuan besar dalam teknik manual brew, selain alat-alat yang sudah beredar sebelumnya.

Bahan dasar V60 produksi Hario ini awalnya hanya terbuat dari keramik dan gelas. Baru kemudian disusul V60 yang berbahan dasar plastik dan metal.  Bahan paling bagus di antara semua V60 dripper adalah yang terbuat dari tembaga karena bahan ini memiliki konduktivitas panas yang tinggi. Karena mampu menyimpan panas lebih baik, copper coffee dripper ini juga diklaim memiliki tingkat ekstrasi yang lebih baik.

Cara Seduh yang Lebih Responsif

Dibandingkan coffee drippers lain, V60 dripper juga dinilai lebih responsif terhadap banyak variabel. Itu semua karena faktor desainnya. Pertama, bentuknya yang kerucut, dengan sudut 60 derajat, memungkinkan air panas mengalir ke pusat dan memperpanjang waktu kontak.

Kedua, lubang tunggal yang besar memungkinkan barista atau penyeduh kopi mengubah cita rasa dengan cara memainkan kecepatan aliran air. Dan ketiga, desain spiral (sirkular) di dalam alat V60 yang naik ke atas memungkinkan udara di dalam kopi yang tersiram air panas untuk melepaskan diri sehingga memaksimalkan perluasan permukaan bubuk kopi.

Tahapan Manual Brewing V60 Dripper

Lantas bagaimana cara melakukan manual brew yang benar dengan menggunakan V60 dripper? Di antara barista sendiri, tampaknya belum ada kesepakatan penuh tentang metoda terbaik. Semua akhirnya dikembalikan ke selera masing-masing. Kata saya sih, selera bisa dibina tapi pencernaan selalu berpijak pada lingkungan. Jadi, bebas saja.

Meski begitu, tetap ada baiknya mengikuti panduan umum yang banyak dipraktikkan barista dan penikmat kopi di Indonesia. Langkah umumnya adalah sebagai berikut:

  1. Giling biji kopi segar Anda dengan ukuran medium, jangan halus. Dan sebaiknya pilih kopi jenis Arabica ketimbang Robusta. Tentu saja karena kopi Arabica lebih kaya rasa dan aroma daripada Robusta.
  2. Rebus air berkualitas tinggi (hindari memakai air yang mengandung kaporit) hingga mendidih. Lantas tunggu sekitar 40-45 detik hingga suhu mencapai 90º C – 96ºC. Lebih bagus kalau air tersebut berada pada ketel leher angsa.
  3. Lipat saringan (filter) di sepanjang sambungan. Tekuk sedikit pada ujung bawahnya. Letakkan pada V60 dripper yang sudah tersedia.
  4. Basahi filter secara menyeluruh dengan air panas. Pembasahan ini selain membantu menghilangkan rasa dan bau kertas filter, juga membantu memanaskan V60 dripper dan server (wadah air kopi). Jika tidak dipanaskan, suhu air akan turun secara drastis dan kopi tidak akan diekstraksi dengan benar.
  5. Tuangkan bubuk kopi yang sudah digiling medium tadi ke dalam V60 dripper. Berapa banyak? Lagi-lagi ini tergantung selera dan kebiasaan kita saja.
  6. Ambil ketel leher angsa yang sudah berisi air panas. Ketel leher angsa memudahkan kita untuk mengendalikan aliran air ke dalam V60 dripper.
  7. Mulailah dengan menuangkan sekitar 20 persen air ke atas permukaan kopi di dalam V60 dripper. Biarkan sebentar agar mengembang (blooming). Bagi banyak penyeduh kopi, ini adalah menjadi bagian paling favorit karena kita dapat melihat seberapa segar biji kopi kita.
  8. Setelah menunggu selama 30-45 detik, mulai tuang air membentuk lingkaran. Ukuran biji kopi yang digiling dan kecepatan aliran air akan memengaruhi waktu tuang. Idealnya perlu waktu antara 2 hingga 4 menit.

Kopi siap disajikan. Hirup dahulu aromanya, baru cecap dan minum.

Light Atau Full Body?

Nah, gampang kan? Satu hal yang patut diperhatikan di sini agar hasil seduhan sesuai dengan selera kita adalah ukuran gilingan (bubuk) kopi dan kecepatan aliran air. Jika kita menuang air secara perlahan, hasilnya akan menjadi kopi yang bertubuh penuh (full body). Sebaliknya jika kita menuang air lebih cepat, proses ekstraksi akan berlangsung lebih lemah dan kopi yang dihasilkan terasa lebih ringan.

Ukuran bubuk juga dapat mempengaruhi body. Jika kita menggunakan bubuk kecil atau halus, air tidak bisa melewati V60 dripper dengan cepat. Akan butuh waktu lebih lama jika kita menggunakan bubuk kopi halus dibanding bubuk kasar atau medium. Karena itu saya lebih suka menggiling kopi dengan ukuran medium, kira-kira 7 (tujuh) klik mundur pada setelan manual grinder. Rumusnya kira-kira begini:

Aliran air konstan + ukuran bubuk kecil = medium body 
Aliran air lambat + ukuran bubuk kecil = full body
Aliran air konstan + ukuran bubuk medium = light body
Aliran air lambat + ukuran bubuk medium = light body

 

Heru Hendratmoko