Asam lembut, segar buah, dan sedikit manis di ujungnya. Kopi Sarongge ditanam petani di kebun-kebun, di lereng Gn. Gede dan Gn. Geulis - Cianjur, pada ketinggian 1.000 - 1.600 mdpl.

Kopi: minuman paling digemari di dunia beradab.

Thomas Jefferson

Kopi Enak

Kami, petani dan prosesor Kopi Sarongge, berkomitmen untuk hanya menghasilkan kopi enak.  Kopi yang resik, tanpa cacat, dengan segar buah dan sedikit manis. Rasa yang seimbang. Kopi yang mengantarkan kesegaran, dan rasa senang bagi peminumnya.

Langkah itu dimulai dari pertanian.  Pohon kopi ditanam di bawah tegakan hutan, sebagai bagian dari agroforestry. Talun dalam Bahasa Sunda.  Dengan naungan yang cukup, pematangan buah lebih lamban namun sempurna. Kebun dikelola organik, tanpa pupuk kimia dan pestisida.  Dan petani hanya memanen buah yang sungguh-sungguh sudah matang (petik merah).

Paska panen di Sarongge ditopang oleh kualitas air yang prima. Mata air bor dari kedalaman 55 m itu, tersedia melimpah, memastikan proses paska panen kami tidak tercemar pupuk pertanian atau limbah rumah tangga. Air bersih yang kami gunakan mempunyai kadar keasaman netral, pH 6,5 dan TDS 83. Sangat cocok untuk mendukung proses paska panen yang berkualitas.

Kopi enak itu terbukti sudah dirasakan penikmat kopi yang mengkonsumsi hasil roasting Negri Kopi. Ataupun yang menikmati dari berbagai kedai kopi dan roastery yang menyangrai Kopi Sarongge. Seperti terlihat dari banyak video di halaman testimoni. Kami menyebutnya: cita rasa dari hutan yang terjaga.

Merawat Hutan

Cerita reforestasi dari Sarongge dimulai tahun 2008. Saat itu petani harus turun gunung, karena lahan Perhutani yang dulu mereka jadikan kebun sayur, telah berubah status menjadi taman nasional.  Bekas kebun-kebun itu tentunya harus dihutankan kembali agar cocok menjadi bagian dari taman nasional.

Hal ini membuat para petani harus mencari alternatif penghasilan lain. Sebagian dari mereka, masih memiliki semangat yang tinggi untuk bertani. Dan mereka memutuskan untuk menanam kopi, menggunakan skema Perhutanan Sosial yang sedang digencarkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

#KataMereka

Bagaimana tanggapan berbagai kedai kopi yang telah rutin menyajikan Kopi Sarongge? Mengapa mereka memilih untuk menyajikan cita rasa dari hutan yang terjaga pada kedai kopi mereka? Simak dalam #KataMereka

Cicipi kami di

"Awalnya mereka tidak percaya bahwa ada kopi dari tanah Cianjur. Lalu kita sajikan, dan mereka cukup terkejut dengan rasanya yang sudah bisa dinikmati"
Bambang Wahyu Hidayat
Pengelola - Bastaa Coffee Stand
"Saya menggunakan Kopi Sarongge untuk Bandung Brewers Cup. Hasilnya cukup baik. Ke depannya kita akan bawa Kopi Sarongge ke ajang nasional."
Rudi Wicaksono
Pengelola - Kens Coffee Roastery
"Ada note applenya. Dan karakter khas dari Kopi Sarongge itu sendiri, citrus limenya cukup menyenangkan, cukup segar. Semoga Kopi Sarongge bisa menjaga Kualitas yang konsisten."
Aldin
Roaster - Ujala Cafe & Roastery
Gua pengen memperjuangkan dan membantu mereka [petani kopi] untuk ngenalin Kopi Sarongge di Jakarta. Tahun pertama gua jualan Kopi Sarongge, respon customer bener-bener gila. Di balik kopinya yang enak, Kopi Sarongge ini punya petani yang semangat.
Rendy Lesmana
Penyeduh - Kedai Kopi Guyon

Ditanam di hutan pada ketinggian terbaik

Kopi Sarongge ditanam di kaki Gunung Gede dan Gunung Geulis, pada ketinggian 1.000 - 1.600 mdpl, yang menjadi bagian dari program Perhutanan Sosial. Ini memastikan Kopi Sarongge menyajikan cita rasa dari hutan yang terjaga pada gelas kopi Anda.

Dipetik oleh tangan-tangan tekun

Kopi Sarongge hanya memanen buah yang berwarna merah, sehingga dapat dipastikan buah tersebut matang di pohonnya. Ini menjadikan kualitas Kopi Sarongge tidak diragukan lagi.

Menyortir Kopi Lanang Sarongge

Diolah oleh jiwa-jiwa yang ulet

Ibu-ibu dari Kampung Sarongge dengan ulet dan rajin memilih dan memilah biji-biji kopi terbaik yang kemudian akan diproses untuk Anda. Ini menjadikan konsistensi Kopi Sarongge di setiap seduhannya terjaga terus.

Dipersembahkan oleh