MODIFIKASI PASKA PANEN

Fermentasi Ruang Vakum pada proses Natural

Panen tahun ini, kami coba pengolahan yang sedikit berbeda. Tidak dalam jumlah banyak. Tetapi kalau hasilnya baik, akan diproduksi lebih massal pada panen berikut. Modifikasi paska panen pertama: pengolahan kering yang biasanya setelah rambang langsung dijemur, kali ini kami fermentasi lebih dulu dalam ruang vakum (kedap udara). Natural vacuum.

Ruang vakumnya sederhana saja. Memakai kantong plastik yang biasa digunakan petani mengemas sayur. Setelah biji kopi pilihan dimasukkan kantong, sisa udara kami sedot semaksimal mungkin. Lalu ditutup rapat. Fermentasi dua hari dalam ruang minim udara itu, diharap mengoptimalkan bakteri yang akan membuat fermentasi untuk berjalan secara anaerobik. Bekerja lebih giat memecah sisa gula. Setelah fermentasi, biji kopi dijemur sampai kadar air 12% dan kemudian cangkangnya dikupas dengan mesin huller.

Fermentasi Konyal

Percobaan kedua: olah basah. Yang biasanya setelah dikupas kopi difermentasi. Kali ini fermentasinya ditambah cacahan buah konyal. Buah hutan yang banyak tumbuh di Sarongge.  Kami membayangkan cita rasa buah yang lebih kompleks. Tapi apakah hasilnya memang begitu, perlu dibuktikan. Percobaan ini  tak dapat banyak diulang , karena musim panen konyalnya mendahului panen kopi. Ketika banyak gelondong datang dari kebun petani, konyalnya sudah habis.

Kami penasaran menunggu hasil percobaan ini.